Selasa, 15 November 2011

laporan praktikum biologi - Struktur Sel


tPRAKTIKUM 1

A.    Judul Praktikum           
Struktur Sel

B.Tujuan Praktikum 
1. Menjelaskan struktur sel hewan dan tumbuhan.
2. Menyebutkan bagian-bagian sel hewan dan sel tumbuhan.

C.    Dasar Teori
Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari bahasa latin yaitu cellula yang berarti rongga/ruangan.
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.
Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular), misalnya bakteri, archaea serta jumlah fungi dan protozoa. Atau dari banyak sel (multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup.  
Sel adalah satuan struktural terkecil dari suatu organisme hidup. Sel disebut juga satuan fungsional makhluk hidup karena di dalam sel terjadi proses metabolisme dan berbagai proses kehidupan, seperti reproduksi dan eksresi. Makin besar ukuran tubuh makhluk hidup, makin banyak jumlah sel penyusunnya. Sebagai penyusun tubuh makhluk hidup, sel dapat dianalogikan dengan batu bata yang menyusun suatu bangunan.
Dalam melihat bentuk sel maka perlu dilakukan pembuatan sediaan. Sediaan adalah sesuatu yang akan diperiksa dibawah mikroskop. Secara garis besar ada 3 jenis sediaan yakni sediaan segar, sediaan semi awetan dan sediaan awetan. Selanjutnya dalam pembuatan sediaan harus dilakukan pengirisan dari specimen yang besar. Pada prinsipnya ada 3 jenis irisan berdasarkan bidang pemotongan, yaitu irisan melintang (cross section disingkat c., c.s., atau x.s,), irisan membujur (longitudinal section disingkat 1.s) dan irisan tengah (median section, disingkat med. atau m.).
Bagian-bagian sel diantaranya:
a.      Dinding sel
Dinding sel terdiri dari selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Di dinding sel terdapat liang yang berfungsi untuk membenarkan pertukaran bahan diluar dengan bahan di dalam sel. Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu.
b.      Membran plasma
Membran plasma atau membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.
c.       Mitokondria
Mitokondria adalah tempat dimana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi adalah proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian mitokondria adalah ”pembangkit tenaga” bagi sel.
d.      Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mrngontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.



e.       Badan golgi
Badan golgi adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi eksresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Badan golgi pada tumbuhan biasanya disebut doktiosom.
f.        Retikulum endoplasma
Retikum endoplasma adalah organel yang dapat ditemukan diseluruh sel hewan eukariotik. Retikulum indoplasma merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik.
g.      Nukleus
Nukleus atau inti sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transaksi dari DNA, serta mengatur kapan dan dimana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
h.      Plastida 
Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. Ada tiga macam plastida, yaitu: leukoplast, kloroplast, dan kromoplast.
i.        Sentriol (Sentrosom)
Sentrosom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah.
j.        Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan. Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.



D.    Alat dan Bahan
1.      Mikroskop
2.      Pipet tetes
3.      Gelas objek
4.      Gelas penutup
5.      Kapas
6.      Tusuk
7.      Aquadest
8.      Selaput dalam sumbu bawang

E.     Prosedur Kerja
Ø Pada sel tumbuhan
1.      Mengambil selaput bagian dalam umbi lapis yang berwarna putih dari bawang merah, dengan menggunakan pinset.
2.      Meletakkan selaput tipis tersebut pada gelas objek.
3.      Meneteskan aquadest, kemudian menutup dengan gelas penutup.
4.      Mengamati dibawah mikroskop dan menggambar 2 atau 3 sel serta memberikan keterangan dari bagian-bagian sel yang nampak.

Ø Pada sel hewan
1.    Mengambil mukosa pipih yang ada pada manusia, dengan menggunakan tusuk atau spatula.
2.    Meletakkan mukosa pipih yang telah kita ambil pada gelas objek.
3.    Meneteskan aquadest, kemudian menutup dengan gelas penutup.
4.    Mengamati dibawah mikroskop dan menggambar 2 atau 3 sel serta memberikan keterangan dari bagian-bagian sel yang nampak.


F.     Hasil Pengamatan
Dalam praktikum ini, kami melakukan dua percobaan atau eksperimen. Yaitu selaput bawang merah pada tumbuhan dan mukosa pipi pada manusia.

ü   SEL TUMBUHAN
·         Selaput bawang merah pada tumbuhan dengan perbesaran 10 x 10.
Hasil pengamatan dilihat dari gambar berikut ini :









                    Gbr. 1                                                                  Gbr. 2.

Keterangan :
Gambar 1 : a. Dinding sel
                    b. Inti sel
Gambar 2 : sel pada tumbuhan menggunakan mikroskop pembesaran
                    10x10.



ü  SEL HEWAN
·         Mukosa pipi pada manusia dengan perbesaran 10 x 10
Hasil pengamatan dilihat dari gambar berikut ini :

 







                                  Gbr. 1                                                            Gbr. 2

Keterangan :
Gambar 1 : a.  Membran plasma
  b. Inti sel
Gambar 2 : Sel mukosa pipi pada manusia menggunakan mikroskop pembesaran
                    10x10.


G.    Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan, kita dapat membedakan antara sel tumbuhan dan sel hewan. Diantaranya :
Ø  Pada Sel Tumbuhan
1.      Dinding sel atau membran plasma adalah struktur terluar sel yang memiliki fungsi untuk melindungi dan menyokong atau memberi bentuk sel. Penyusun dinding sel adalah selulosa, hemiselulosa, senyawa pektin, senyawa lemak, kutin, suberin, dan lilin. Karena dinding sel sangat kuat dan kaku, untuk kombinasi atau hubungan antara sitoplasma satu sel dengan sitoplasma sel lainnya, perlu adanya jembatan penghubung antar sel yang dinamakan plasmodesmata. Plasmodesmata berupa celah atau noktah-noktah.
2.      Inti sel yaitu organel sel yang sangat penting karena berperan dalam pengaturan/pengendalian semua proses atau aktivitas yang terjadi di dalam sel. Letak inti sel terlindung oleh membran inti. Nukleus memiliki bentuk yang bervariasi antara lain bulat, oval, lonjong atau gepeng. Hal tersebut berkaitan dengan aktifitas sel. Susunan molekul membran sel yaitu berupa lipoprotein. Nukleus atau inti sel tersusun atas tiga komponen utama, yaitu membran nukleus, plasma inti dan anak inti. Inti sel dapat di jumpai pada sel tumbuhan dan sel hewan.

Ø Pada Sel Hewan
1.      Membran sel adalah struktur terluar sel yang memiliki fungsi untuk melindungi dan menyokong atau memberi bentuk sel. Pada sel hewan, membrane sel merupakan komponen sel yang terletak paling luar. Membran ini tersusun dari dua lapisan yang terdiri dari fosfolipid dan protein (hipoprotein). Satu unit fosfolipid terdiri atas bagian kepal;a polar yang bersifat hidrofilik dan bagian ekor nonpolar bersifat hidrofobik.
2.      Inti sel yaitu organel sel yang sangat penting karena berperan dalam pengaturan/pengendalian semua proses atau aktivitas yang terjadi di dalam sel.





H.    Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan dan dengan melihat bentuk sel hewan dan sel tumbuhan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.         Sel tumbuhan dan sel hewan sama-sama memiliki inti sel.
2.         Sel tumbuhan memiliki dinding sel, sedangkan pada sel hewan tidak memiliki dinding sel hanya memiliki membran sel.
3.         Sel tumbuhan memiliki bentuk yang teratur, sedangkan sel hewan memiliki bentuk yang tidak beraturan.
4.         Bentuk dari sel tumbuhan terlihat rapih seperti susunan batu bata, sedangkan bentuk dari sel tumbuhan tidak rapih diibaratkan bagaikan minyak kelapa yang  tertuang dalam air jernih


I.       Jawaban Tugas
1.      Gambarkan secara skematik cara membuat irisan!
Jawab :
Ø  Irisan Melintang atau Horizontal.








Ø  Irisan Membujur atau vertikal








Ø  Irisan Tengah








Daftar Pustaka

·         Assani, S. 1994. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta
·         Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan
·         Idel, Antoni dkk. 1999. Pintar Biologi. Surabaya : Gitamedi Press         
·         Penuntun Praktikum Biologi Umum, 2010. Struktur Sel. Universitas Negeri Gorontalo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar